ANALISIS PERBANDINGAN THICKNESS TO CHORD RATIO PADA SAYAP PESAWAT UAV NARAYANASTRA MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC DENGAN SOFTWARE ANSYS
Abstrak
ABSTRAKPerkembangan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) telah mengalami kemajuan yang pesat, membuka banyak peluang dalam berbagai bidang, termasuk sektor hiburan. Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) hadir sebagai wadah yang menarik masyarakat untuk berkompetisi sekaligus berekreasi. Salah satu divisi yang dihadirkan dalam KRTI yaitu divisi Racing Plane. Pesawat UAV NARAYANASTRA merupakan pesawat tanpa awak bersayap delta (non slender delta wing) yang didesain untuk merespon adanya perkembangan KRTI. Pada penelitian ini analisis berfokus pada variasi Thickness to Chord Ratio (). Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi pada pesawat sayap delta. Variasi dapat menjadi parameter geometris dasar yang akan berdampak pada karakteristik aerodinamis seperti coefficient lift (), coefficient drag (), rasio , dan coefficient moment (). Simulasi penelitian dilakukan pada ketinggian sea level, dengan interval 2° pada Angle of Attack (AOA) -2° sampai 40° disertai kondisi cruise dan kecepatan aliran 50 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dapat memengaruhi fenomena aerodinamika pesawat, yang pada akhirnya berdampak pada nilai karakteristik aerodinamisnya. Semakin tipis menyebabkan aliran lebih mudah terpisah dan membentuk fenomena Leading Edge Vortex (LEV) lebih cepat. Sedangkan jenis lebih tebal menghasilkan fenomena LEV yang terjadi lebih lambat, artinya aliran laminar mendominasi lebih lama dan menghasilkan distribusi tekanan yang lebih merata.
Kata kunci: UAV Racing Plane, Non Slender Delta Wing, Thickness to Chord Ratio, Computational Fluid Dynamic (CFD), ANSYS.



