https://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/issue/feedJurnal Industri Elektro dan Penerbangan2026-01-09T13:21:49+07:00Erlian Supriyantoerlian386@gmail.comOpen Journal Systems<p data-start="598" data-end="1109">The journal aims to support the advancement of science, technology, and innovation related to avionics systems, aircraft electronic systems, navigation and communication technologies, and the integration of electronic technologies within the aviation industry at both national and global levels. <strong data-start="894" data-end="904">Indept</strong> provides a forum for academics, researchers, industry practitioners, and policymakers to exchange knowledge, research outcomes, and practical experiences in aviation electronics and aerospace engineering.</p> <p data-start="1111" data-end="1370">The scope of publications includes experimental research, system development, industrial case studies, review articles, and applied research that contribute to the improvement of safety, efficiency, reliability, and performance of aviation electronic systems.</p>https://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/article/view/1083ANALISIS DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN REORDER POINT (ROP) DARI STUDI KASUS DI SKYLINE RESTO BANDUNG2026-01-06T11:27:08+07:00Barliansah Benibarliansah1511@gmail.comDedi Setiawandsmt1@gmail.comSanti -Santi@unnur.ac.id<p>Penyediaan bahan baku merupakan hal penting bagi perusahaan. Pembelian bahan baku yang optimal sangat diperlukan agar persediaan bahan baku dapat tercukupi. Penyediaan bahan baku di <em>Skyline</em> Resto dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu hanya berdasarkan pengalaman dan intuisi sehingga menimbulkan frekuensi dan jumlah pembelian yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemilihan metode peramalan (<em>forecasting</em>) yang cocok pada bahan baku serta mengetahui kelayakan sistem <em>Economic Order Quantity</em> (EOQ) dan mengetahui kapan tepatnya perusahaan harus melakukan pemesanan kembali dengan menggunakan metode <em>Reorder Point</em> (ROP). Metode EOQ adalah metode yang digunakan untuk mengoptimalkan biaya dan melakukan pengendalian persediaan. Metode ROP adalah saat atau titik harus diadakan pesanan lagi sedemikian rupa sehingga kedatangan atau penerimaan material yang dipesan adalah tepat pada waktu persediaan di atas <em>safety stock </em>sama dengan nol. Hasil dari penelitian ini adalah metode peramalan bahan baku tenderloin, <em>oxtail, </em>salmon, sirloin dan iga menggunakan metode <em>Trend</em> Linier. Hasil perhitungan metode EOQ tenderloin sebanyak 243 kg dengan total biaya penyimpanan Rp. 264.435 dan ROP sebanyak 48 kg. Hasil perhitungan metode EOQ <em>oxtail</em> sebanyak 282 kg dengan total biaya penyimpanan Rp. 264.478 dan ROP sebanyak 81 kg. Hasil perhitungan EOQ salmon sebanyak 101 kg dengan total biaya penyimpanan Rp. 264.468 dan ROP sebanyak 21 kg. Hasil perhitungan EOQ sirloin sebanyak 74 kg dengan total biaya penyimpanan Rp. 264.446 dan ROP sebanyak 20 kg. Hasil perhitungan metode EOQ iga sebanyak 135 kg dengan total biaya penyimpanan Rp. 264.478 dan ROP sebanyak 25 kg.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: Analisis Pareto, <em>Forecasting</em>, <em>Economic Order Quantity</em>, <em>Reorder Point</em></p>2024-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Indept : Industri Elektronika Penerbanganhttps://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/article/view/1093STUDI KASUS MALFUNCTION ENGINE ANTI-ICE PADA HELIKOPTER ROBINSON R66 2026-01-08T09:21:48+07:00Aprizal Nahlaindraft@unnur.ac.idBoby Darusmanbobydarusman09@gmail.com<p>Pada <em>Helicopter </em><em>Robinson R66</em> terdapat suatu <em>system</em> yang disebut <em>system anti-ice</em> yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya es pada bagian depan <em>engine</em> (<em>intake</em>), khususnya saat terbang di lingkungan dengan suhu rendah dan kelembaban tinggi. <em>System</em> ini bekerja dengan mengalirkan udara panas dari <em>compressor</em> melalui <em>solenoid valve</em> yang dikendalikan secara elektrik. Kelancaran <em>system</em> <em>anti-ice</em> sangat berpengaruh terhadap performa <em>engine</em> dan keselamatan penerbangan. Pada helikopter Robinson R66 PK-VPZ, ditemukan gejala indikator <em>anti-ice</em> terus menyala meskipun <em>switch</em> dalam posisi <em>off</em>. Dari hasil inspeksi yang dilakukan mengacu pada <em>RR300 Aircraft Maintenance Manual Task 75-11-10-200-801,</em> diketahui terjadi kerusakan pada <em>solenoid valve</em>, yaitu resistance <em>coil</em> rendah di bawah standar 20 ohm menurut <em>RR300 Operation Maintenance Manual Section 76-11-00)</em> dan permukaan <em>valve seat</em> yang<em> aus</em> (seats worn). Sesuai <em>RR300 Aircraft Maintenance Manual Task 75-11-10-220-001,</em> kerusakan ini termasuk kategori <em>not repairable</em> dan komponen harus diganti. <em>Solenoid valve</em> dilepas dari <em>engine</em> mengikuti prosedur <em>Aircraft Maintenance Manual Task 75-11-15-000-801</em>, dan dikirim ke <em>overhaul facility</em>,dan dilakukan penggantian <em>coil, valve seat,</em> dan <em>O-ring,</em> serta pengujian resistansi, fungsi buka-tutup, dan kebocoran. Setelah dinyatakan <em>serviceable</em>, komponen dipasang kembali mengikuti <em>Aircraft Maintenance Manual Task 75-11-15-400-801</em>, dan diuji mengikuti <em>prosedur Aircraft Maintenance Manual Task 75-11-10-700-801</em>, dengan hasil <em>system </em>kembali berfungsi normal.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : <em>Anti-ice,</em> <em>Solenoid Valve,</em> <em>Coil Resistance Low,</em> <em>Seats Worn.</em></p> <p> </p>2024-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Indept : Industri Elektronika Penerbanganhttps://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/article/view/1087ANALISIS FAKTOR KECELAKAAN PESAWAT CESSNA C208B PK-NGA ABNORMAL RUNWAY CONTACT MENGGUNAKAN METODE HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM ( HFACS )2026-01-08T15:22:10+07:00Rahmi Mudiamudiarahmi04@gmail.comDady Ma'mundadymamun@unnur.ac.idI Wayan Artha Yogaartayoga04444@gmail.com<p>Pesawat Cessna C208B PK-NGA mengalami kecelakaan pada penerbangan Dekai menuju Fenteheik. Pada saat itu pesawat memasuki <em>keypoin</em>t Fenteheik pada ketinggian 6.400 ft, lebih tinggi dari panduan rute yang direkomendasikan sekitar 6100 ft. Pilot tetap melanjutkan pendaratan, pesawat mendarat di <em>Runway </em>17, laju penurunan yang tercatat saat menyentuh landasan sekitar 1.680 fpm dengan kecepatan IAS 85 knot. Pesawat mengalami dua kali pantulan sebelum roda depan patah. Metode <em>Human Factor Analysis and Classification System</em> (HFACS), yang mengkategorikan faktor penyebab kecelakaan dalam empat faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan pengambilan keputusan (<em>decision errors</em>) dalam kategori <em>unsafe acts</em> merupakan faktor utama penyebab kecelakaan, dengan diikuti oleh beberapa faktor lainnya seperti <em>perceptual eror, environment factor, conditions of operator, personel factor dan skill based error</em>. Rekomendasi dari penelitian ini menyarankan untuk merevisi <em>Operation Manual</em> (OM) apabila terdapat kejadian yang serupa dan melakukan pelatihan terhadap pilot guna meningkatkan profesionalitasnya dalam menjalankan operasinya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kecelakaan Pesawat, Penerbangan Papua, Cessna C208B</p>2024-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Indept : Industri Elektronika Penerbanganhttps://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/article/view/1100PEMBUATAN ALAT PENGUKUR SUHU DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR MLX90614 UNTUK MONITORING SUHU PADA PROSES THERMAL SPRAY2026-01-09T10:10:41+07:00Johanes Adi Prihantonoprihantono.adi@gmail.comHeni Puspitahenipuspita@unnur.ac.idAndriyana Maulanaandriyanamaulana@unnur.ac.id<p>Dalam proses <em>thermal spray</em> banyak parameter yang harus diperhatikan, mulai dari persiapan sebelum <em>spray</em> sampai proses <em>spray</em> selesai, salah satunya adalah menjaga suhu pada proses <em>spray</em> berlangsung agar benda tidak mengalami suhu berlebih, sehingga tidak mempengaruhi struktur material dari benda dan juga terhadap material yang sudah menempel. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat alat monitoring suhu pada proses <em>thermal spray</em> menggunakan sensor suhu MLX90614 <em>contactless</em> (nirsentuh) dengan cara menempatkan sensor di belakang benda kerja agar suhu <em>spray</em> terkontrol dan arduino sebagai mikrokontrolernya. Untuk menandakan keadaan aktual benda, maka digunakan LED sebagai indikatornya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, di mana pengujian alat monitoring suhu diambil datanya sebanyak 30 kali dalam satu kali percobaan serta menggunakan studi literatur mengenai komponen yang dipakai. Dari empat percobaan yang sudah dilakukan, hasil pengukuran suhu dengan jarak 0,1 cm error yang dihasilkan lebih kecil dari tiga jarak lainnya, yaitu sebesar 13,40%, dan error terbesar dihasilkan oleh jarak 5 cm, yaitu 50,72%. Tetapi setelah dilakukan koreksi data dengan rumus regresi polinomial dengan mensimulasikan pada microsoft excel, error terkecil menjadi 4,62% pada jarak 1 cm dan error terbesar menjadi 11,85% pada jarak 0,1 cm. Dan setelah diaplikasikan pada pengukuran aktualnya pada jarak 1 cm errornya menjadi 8,57%.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Monitoring Suhu, Sensor MLX90614, Arduino, <em>Thermal Spray</em>, Regresi Polinomial</p>2024-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Indept : Industri Elektronika Penerbanganhttps://jurnal.unnur.ac.id/index.php/indept/article/view/1101PERANCANGAN SIMULASI ROBOT PEMADAM API OTOMATIS BERBASIS ARDUINO2026-01-09T13:21:49+07:00Johanes Adi Prihantonoprihantono.adi@gmail.comMichael Anthonyanthonymoe865@gmail.com<p>Robot bermanfaat untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, membutuhkan tenaga besar, pekerjaan yang berulang, dan pekerjaan yang berbahaya. Saat ini, robot dikembangkan dengan berbagai desain dengan tujuan-tujuan tertentu, salah satunya adalah robot pemadam api. Robot pemadam api yang sudah dikembangkan sebelumnya, pada umumnya sistem navigasinya berbasis otonom. Pada penelitian ini akan dilakukan sebuah rancang bangun robot pemadam api yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno, Selain dari itu, robot pemadam api yang dibangun memiliki fitur tambahan proteksi menggunakan sensor ultrasonik, yang berfungsi sebagai fungsi yang melindungi robot dari tabrakan. Fitur proteksi ini akan berfungsi mengunci gerakan robot, jika terdeteksi objek penghalang pada jarak tertent, sehingga instruksi dari user tidak akan dieksekusi jika fitur proteksi ini sedang dalam status on. Pada penelitian ini, dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui kinerja fungsi-fungsi robot yang sudah dibangun. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan, diperoleh bahwa fungsi-fungsi dan fitur yang dibangun pada robot ini memiliki kinerja yang baik, dan berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Robot Pemadam Api, Sensor Ultrasonik, Sensor Api.</p>2024-09-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Indept : Industri Elektronika Penerbangan