A Pada tanggal 29 Desember 2017 PT. Dirgantara Indonesia menandatangani kontrak pengadaan sembilan unit pesawat NC212i dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dimana empat unit diantaranya menggunakan konfigurasi tambahan large camera structure. Pe

Indonesia

Penulis

  • Indonesia indonesia Universitas Nurtanio

Abstrak

Pada tanggal 29 Desember 2017 PT. Dirgantara Indonesia menandatangani kontrak pengadaan sembilan unit pesawat NC212i dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dimana empat unit diantaranya menggunakan konfigurasi tambahan large camera structure. Pengerjaan NC212i ditargetkan akan selesai pada September 2021. Tetapi kenyataannya, proses produksi mengalami keterlambatan sehingga baru dikirim pada Desember 2021. Ditemukan pula defect pada produk sebanyak 38 issue. Peneliti menggunakan pendekatan lean manufacturing untuk mengidentifikasi waste yang terjadi dan mengukur nilai sigma. Peneliti menggunakan operation process chart (OPC) sebagai acuan awal untuk mengidentifikasi value adding activity dan non value adding activity. Kemudian peneliti menganalisis root cause dari setiap waste menggunakan metode 5 why. Setelah itu, waste kritis akan ditentukan dengan menghitung nilai risk priority number (RPN) pada tabel failure mode and effect analysis (FMEA) untuk menentukan waste kritis apa yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Hasil penghitungan RPN menunjukan bahwa waste kritis disebabkan oleh pelaksanaan produksi yang tidak sesuai jadwal, pekerjaan dilakukan di hanggar final assy, dan jumlah alat kerja yang tidak memadai. Rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh peneliti adalah melaksanakan aktivitas produksi sesuai jadwal, melaksanakan aktivitas perakitan di atas jig, dan melakukan penambahan mesin. Harapan setelah dilakukan perbaikan adalah mengurangi non value adding activity sehingga mencegah terjadinya keterlambatan pengiriman.

Kata kunci : lean manufacturing, operation process chart, root cause analysis, 5 why, RPN, FMEA

Diterbitkan

2023-06-23

Terbitan

Bagian

Articles