ANALISIS PENYEBAB DEFECT PART WELDING DENGAN METODE FAILURE MODE ANDDEFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT DIRGANTARA INDONESIA (PERSERO)

Indonesia

Authors

  • Barliansah Beni universitas Nurtanio Bandung

Abstract

PT DirgantaraIIndonesia (Persero) merupakanpperusahaan yanggbergerak di bidang manufaktur. Defect merupakan permasalahan besar dalam proses manufaktur. PT Dirgantara Indonesia (Persero) selalu menekankan dalam pengerjaan produk agar tidak terjadi defect. Dalam proses produksinya PT Dirgantara Indonesia (Persero) tetap mengedepankan zero defect. Namun tidak menutup kemungkinan produk yang diproduksikan itu selalu bagus karena masih ada defect pada produksinya. Target perusahaan untuk Rejection Rate di Welding Shop adalah 0,5%. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan pada tahun 2022 jauh di atas 0,5% yakni sebesar 38,26%. Dengan banyaknya defect yang terjadi, maka dilakukan upaya perbaikan dengan metoda Failure Mode and Effect analysis (FMEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect yang dominan di welding shop, mengetahui faktor yang menjadi penyebab, dan memberikan usulan perbaikan berdasarkan analisis dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect analysis (FMEA). Analisa yang dilakukan berdasarkan pada metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yaitu menentukan pembobotan pada nilai Severity, Occurance, dan Detection. Pada penelitian ini penulis meninjau terdapat defect yang bervariasi yaitu incorrect dimention, crack, filler incorrect, deformation, dent, corrosion ,dan undercut. Hasil dari metode FMEA yang dilakukan diketahui penyumbang defect tertinggi yaitu jenis defect incorrect dimention sebesar 39,7% dari total defect. Hasil pembobotan tersebut ditentukan dari nilai Risk Priority Number tertinggi sebesar 448 jenis defect Crack. Usulan perbaikan pada penelitian ini diperlukan tahap improvement menggunakan analisis Failure Mode and Effect analysis (FMEA) untuk mengetahui perbaikan apa yang harus dilakukan dan saran bagi perusahaan agar kedepannya tidak terjadi lagi kesalahan serta target perusahaan untuk Welding Shop dapat tercapai.

 

Kata kunci: PT Dirgantara Indonesia, Welding shop, FMEA, Defect

Published

20-02-2023

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)