ANALISIS FAIL TO FEATHER PROPELLER PESAWAT CESSNA GRAND CARAVAN 208B
Abstract
Baling-baling merupakan komponen penting dalam sistem propulsi pesawat turboprop seperti Cessna Grand Caravan 208B yang beroperasi di wilayah Papua yang memiliki medan ekstrem dan landasan yang tidak beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan feathering pada propeller, dampaknya terhadap operasional pesawat, serta upaya penanggulangannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, diskusi teknis, dan studi literatur. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kegagalan feathering disebabkan oleh kelelahan pada komponen spring feathering yang ditandai dengan penurunan initial compressed height dari spesifikasi manual book 5,7 inches menjadi 5,6 inches. Akibatnya, baling-baling tidak dapat bergerak ke posisi feather saat mesin dimatikan, sehingga berdampak pada efisiensi dan keselamatan penerbangan. Penanggulangan dilakukan dengan melakukan penggantian spring feathering baru dengan part number C-5022, melalui tahapan pre-inspection, disassembly, cleaning, assembly, dan blade angle adjustment sesuai dengan prosedur Propeller Overhaul Manual C700. Setelah dilakukan penggantian, sudut baling-baling berhasil kembali dalam batas toleransi derajat yaitu (88,0° ± 0,2°), sehingga memastikan perubahan menuju sudut feather berfungsi normal. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan dan penggantian komponen secara berkala untuk mencegah gangguan dalam operasional pesawat.



